Archive
|
|
Monday, December 04, 2006
Namanya manusia, apalagi cewe, katanya, paling hobi sama fenomena yang namanya curhat. Sampai kadang sama orang yang baru kenal pun bisa tumpah ruah isi hati kalau ada kesempatan yang pas. Untuk cewe-cewe dari usia MTV generation sampe angkatan jauh di atasnya, apalagi yang masih sibuk cari pacar atau sedang pacaran, lumrah banget topik curhatnya adalah cowo.
Kemarin teman saya yang sudah lama tidak ngobrol tanpa angin tanpa hujan tahu-tahu nyeletuk: gue lagi patah hati nih! Tinggal saya yang nyengir, berusaha membagi waktu antara menanggapi curhatnya dia (kalo dicuekin nanti dia marah lagi) dan bolak-balik ke dapur karena sedang sibuk masak. Baru pulang kerja di sini tidak ada kemewahan punya pembantu jadi yah kudu bikin acara masak-masakan sendiri.
Walau akhirnya saya tidak membantu dia dalam arti memberi solusi apa pun, toh dia cukup senang ada yang bersedia menyediakan kuping tempat menumpahkan uneg-uneg. Apa dia kecewa dengan tanggapan saya yang ga jelas itu, wah ga tau ya, saya ga nanya apakah servis kuping saya memuaskan hehehe.
Pertanyaan saya: kenapa sih orang seneng banget curhat? Pas saya nyeletuk gitu ke teman saya, dia bilang 'sekedar pinjam mulut'. Sudah tahu jawabnya, tapi perlu diyakinkan orang lain. Lalu saya komentar, 'Waduh, kalau gitu salah betul orang curhat sama saya...' Karena saya biasanya kasih jawaban ga standar buat orang normal, kalo pake istilah statistik di luar 95% CI lah hahahah.
Posted at 12/4/2006 3:34:47 am by Dodolix
Permalink
Fenomena CurHat
Thursday, November 24, 2005
Di suatu malam yang telah larut, Dodolix dan Jailix terlibat dalam suatu percakapan berkisar tentang pandangan mata seperti biasa via telefon, hanya saja kali ini berakhir absurd...
D: trus, tadi ngomongin apa?
J: thesis, apa lagi..
D: ngapain ngomongin tenis? (sambil mikir ni anak kan ngga suka tenis)
J: koq penis sih? duh, kuping lo.. thesis, bukan penis ngapain juga ngomongin penis...
D: lho koq? gue dengernya tenis, jadinya bingung, lo kan ngga suka tenis
J: koq tenis sih? gue dengernya lo bilang penis, makanya gue mikir dah jam segini koq jadi gitu..jauh amat
D: jauh amat tenis ke penis
J: jauhan juga thesis ke tenis
...
rupanya budek dan imaginasi liar itu bisa menular kalau malam˛...
Posted at 11/24/2005 2:36:50 pm by Jailix
Permalink
Budi
Thursday, August 18, 2005
Dalam tulisan mbah Kere, diceritakan bagaimana lebih banyak cewe jomblo daripada cowo di lingkungan kerja. Mungkin, bagi para cewe jomblo link berikut ada gunanya. Tapi tampaknya hanya berguna bagi mereka yang mau mengikuti jejak Nabi, menikah dengan cowo yang lebih muda
Menurut cerita, di kampung Alston di kawasan Cumbria, Inggris Raya yang dihuni oleh sekitar 1000 orang, perbandingan cowo jomblo dengan cewe jomblo adalah 10 banding 1! Belum lagi rata˛ cowo˛ itu punya lahan sendiri. Coba saja liat iklan mereka:
"Are you female and single?"
"Sick of putting up with boring, lazy, ugly, inconsiderate and poor men? Are you looking for some excitement in your life?
"If you answered yes to any of these questions then the town of Alston Moor is waiting for you ..."
"The average male in Alston is single, athletic, intelligent, well-groomed, an extremely good sense of humour, owns [his] own vehicle, and in many cases owns [his] own land and property as well. Compare this to the average male from your area and you will see why you were lucky to spot this notice."
Nah tuh, not bad kan tawarannya? Daripada jomblo, coba saja cek site mereka... namanya juga usaha 
Posted at 8/18/2005 11:26:47 am by Jailix
Permalink
Dicari: Cewe Jomblo
Tuesday, August 16, 2005
Menurut harian Novye Izvestia di Sverdlovsk, daerah Ural Rusia baru˛ ini ada penggerebekkan ladang ganja. Hanya saja bila semua hasil sitaan dibakar maka kawanan sapi di sana akan kekurangan makanan musim dingin mendatang. Kebayangkan dinginnya musim dingin yang panjang di Rusia seperti apa?
Jadi mau ngga mau diputuskan ganja bercampur jagung dan bunga matahari itu akan diberikan pada sapi di sana. Tapi, sapinya bakal jadi bagaimana ya? Mabok juga? Susunya apa mengandung ganja ngga ya? Hmm, interesting...
Posted at 8/16/2005 11:24:09 pm by Jailix
Permalink
Sapi Mabok
Thursday, August 11, 2005
Seringkali saya dengar ucapan 'mengikuti jejak Nabi' saat orang membicarakan poligami. Alasannya Nabi pun dulu melakukannya, jadi sah sah saja bila pengikutnya mengikuti. Terus terang saya bukan pakar tentang agama. Tapi banyak topik berkenaan dengan gender mengundang untuk dijadikan pertanyaan/ refleksi.
Ketika saya membaca cerita tentang perempuan di Saudi Arabia yang katanya tidak boleh bekerja, saya bertanya mengapa? Bukankah dulu istri pertama nabi seorang pengusaha? Bukankah istri nabi yang lain ikut berperang?
Ketika saya mendengar bahwa pendapat perempuan tidak dihargai, saya bertanya mengapa?
Bukankah dulu nabi selalu berkonsultasi dengan istrinya?
Ketika orang memilih mengambil istri kedua yang muda belia, saya bertanya mengapa? Bukankah nabi pun ketika menikah dengan Khotijah melakukan monogami? Bukankah nabi akhirnya melakukan poligami karena situasi perang melulu saat itu hingga banyak janda kehilangan suami di medan perang ? Selain Aisya, jelas-jelas nabi kawin lagi dengan janda-janda beranak banyak. Sedangkan pria-pria pendukung poligami yang katanya melihat contoh nabi, ogah memperistri janda beranak banyak.
Mengapa orang cenderung memilih mengikuti nabi hanya bila kaum pria mendapat angin saja? Sungguh sayang semangat emansipasi Sang nabi tidak diusung oleh pengikutinya sendiri...
Atau kita bisa mulai dengan perkawinan dimana pengantin prianya lebih muda dari pengantin wanitanya? Kan itu juga mengikuti jejak nabi. ;)
Posted at 8/11/2005 7:42:59 pm by Jailix
Permalink
Ikut Jejak Nabi
|
|
|